Cara Mencari Buyer untuk Eksport : 11 Cara Jitu

Cara mencari buyer untuk eksport

Sebagian besar pebisnis pasti punya keinginan agar produk yang dihasilkan bisa diekspor ke luar negeri. Namun, hal ini tidaklah mudah untuk direalisasikan. Perlu usaha ekstra untuk berhasil di bidang tersebut.

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam tentang cara mencari buyer untuk eksport, akan lebih baik jika Anda tahu dulu tentang definisi ekspor secara umum.

Secara garis besar, ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang yang berasal dari daerah pabean. Daerah pabean merupakan daerah milik Indonesia yang meliputi daratan, perairan, udara, serta daerah yang termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Dapat dikatakan, ekspor adalah aktivitas menjual barang ke luar negeri.

Manfaat dari kegiatan ekspor ialah menambah devisa negara, memperkenalkan produk dalam negeri ke kancah internasional, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya palaku bisnis yang bersangkutan. Manfaat yang lainnya yaitu menambah lapangan pekerjaan serta menjalin kerjasama antarnegara.

Apa sajakah yang perlu disiapkan sebelum melakukan ekspor barang?

Berikut ini hal yang perlu dipersiapkan, antara lain: 

  • Dokumen purchase order 
  • Perencanaan ekspor yang detail
  • Dokumen ekspor (packing list, commercial -invoice)
  • Bukti bea keluar.

Table of Contents

Cara Mencari Buyer Untuk Eksport

Permintaan pasar di setiap negara akan berbeda satu sama lain, itulah yang menyebabkan mencari buyer untuk eksport tidaklah mudah.

Meskipun demikian, cara mencari buyer luar negeri untuk export bukan suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Berikut tips jitu mencari buyer untuk eksport.

Secara garis besar ada dua metode yang bisa Anda gunakan untuk memasarkan produk ekspor agar mendapatkan pembeli dari luar negeri, yaitu secara offline dan online.

#1 Mencari referensi pembeli dari kolega Anda, teman, sahabat, keluarga, maupun relasi lainnya.

#2 Mengikuti pameran dagang internasional

Untuk mencari pembeli potensial, ada baiknya Anda berpartisipasi dalam berbagai pameran dagang. Cukup banyak pameran atau expo di luar negeri yang dapat diikuti UMKM.

 

Untuk usaha ini Anda memang memerlukan modal karena biaya ke luar negeri tidaklah murah. Namun, Anda bisa bertemu calon pembeli secara langsung.

 

Dari sisi calon pembeli, mereka tentulah merasa lebih percaya untuk membeli suatu produk setelah melihat dan menyentuhnya. Apalagi jika pembeli membeli dalam jumlah besar sebagai pemasok atau reseller.

 

Kepercayaan dari calon pembeli terhadap suatu produk juga biasanya lebih meningkat setelah berbicara langsung dengan penjual, karena mereka bisa memperoleh informasi secara langsung.

#3 Mengikuti Misi Dagang Internasional

Mengikuti misi dagang internasional atau business matching, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta.

#4 Meminta Bantuan Kepada Pihak Ketiga

Meminta bantuan kepada pihak ketiga yang berfungsi sebagai “perpanjangan tangan” Anda untuk memasarkan produk, antara lain : Buying agent di luar negeri, ITPC (Indonesia Trade Promotion Center), dll.

#5 Buat website dalam bahasa Inggris

Untuk meraih pembeli di luar negeri, informasi tentang produk dan perusahaan dalam bahasa Inggris tentulah diperlukan. Anda dapat menyediakan semua informasi yang dibutuhkan melalui website berbahasa Inggris.

 

Dengan demikian, calon pembeli dari berbagai negara dapat melihat tipe produk, harga, hingga cara pembeliannya. Tidak perlu khawatir dengan biayanya, cukup banyak website dan domain yang tersedia dengan harga terjangkau.

#6 Maksimalkan Media Sosial

Selain website, media sosial juga diperlukan bagi eksportir. Melalui media sosial, Anda pun dapat berinteraksi dengan calon pembeli. Apabila pembeli merasa puas, mereka akan mempromosikan bisnis Anda di akun mereka sehingga menjadi viral.

 

Selain itu, Anda juga bisa membidik target konsumen di media sosial. Mulai dari negara, usia, dan segmentasi konsumen melalui adsense di Instagram maupun Facebook. Jadi, produk Anda pun dapat menjangkau beragam orang dari negera berbeda.

#7 Membuat Konten SEO Friendly

Manfaatkanlah website bisnis Anda untuk membuat konten artikel berbasis SEO. Contohnya, kamu menjual produk teh Indonesia. Maka Anda pun bisa membuat artikel berbahasa Inggris terkait teh, seperti manfaat teh, yang dibuat dengan memilih SEO yang tepat.

 

Ketika seseorang mencari informasi tentang teh di mesin pencari, artikel Anda pun muncul di halaman teratas.

#8 Memasarkannya Di Marketplace

Cara selanjutnya untuk mencari pembeli dari luar negeri yaitu dengan membuka toko di marketplace internasional. Ada beberapa marketplace ternama mengharuskan pemilik toko untuk membayar ketika mendaftar.

 

Namun jangan khawatir, tidak sedikit portal bisnis yang menyediakan platform secara gratis bagi pebisnis internasional. Jadi jika dana terbatas, Anda bisa mencari tahu lebih lanjut mengenai platform gratis yang tersedia.

 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, sekarang para eksportir baik UMKM pemula ataupun yang telah berpengalaman sudah sangat dimudahkan dalam menjangkau pasar internasional dan mendapatkan pembeli di luar negeri. Sekarang sudah tersedia banyak platform atau sarana berbasis teknologi yang dapat menjembatani UMKM untuk mengekspor produk dari negara asalnya ke pasar internasional dengan biaya yang tentu lebih murah. Marketplace internasional contohnya Alibaba.com, Aspenku.com, EC21.com, dan masih banyak lagi.

#9 Mengumpulkan Data Prospek Calon Pembeli Dari Berbagai Media

Di beberapa negara ada yg menjual data direktori importer, kemudian Anda kirim surat perkenalan dan penawaran melalui e-mail atau messenger lainnya. Sebaiknya untuk pertama kali jangan langsung mengirim penawaran (hard selling), akan tetapi memperkenalkan diri terlebih dahulu.

#10 Manfaatkan Aplikasi Dari Pemerintah

Untuk mendukung kinerja ekspor, pemerintah melakukan beberapa upaya, salah satunya meluncurkan aplikasi Inaexport.id.Aplikasi ini memungkinkan eksportir untuk dapat mencari informasi peluang pasar baru di luar negeri. Ada juga informasi kegiatan pameran, misi dagang, sampai pelatihan ekspor.

Aplikasi ini telah disosialisasikan kepada perwakilan perdagangan di luar negeri terdiri dari Atase Perdagangan (Atdag), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), serta Konsulat Dagang Indonesia.

Setelah mendaftar, Anda sebagai eksportir dapat mempromosikan usaha dan produk-produk Anda. Keuntungan lainnya, eksportir berpeluang untuk berkomunikasi langsung dengan calon pembeli.

Jadi bisa dikatakan aplikasi ini sama-sama menguntungkan bagi eksportir maupun pembeli.

Nantinya, perwakilan perdagangan di luar negeri akan melakukan verifikasi terhadap profil pembeli kemudian menyampaikan permintaan tersebut kepada eksportir.

#11 Bergabung Dengan Komunitas Online

Cari calon pembeli Anda dengan bergabung di komunitas pencinta produk yang Anda produksi. Misalnya, Anda memproduksi sepatu olahraga.

Maka, Anda dapat bergabung di komunitas pencinta olahraga. Jadi ketika mereka membicarakan produk atau meminta rekomendasi produk, Anda pun dapat mempromosikannya dengan memberikan alamat website, email, atau media sosial.

Itulah cara mencari buyer untuk ekspor, Anda bisa mulai mencobanya. Untuk saat ini cara yang paling murah & praktis untuk mendapatkan calon pembeli produk ekspor adalah dengan teknik pemasaran online (digital marketing). Meskipun demikian, cara pemasaran offline juga masih bagus. Jadi tidak ada salahnya jika Anda akan menggunakan kedua teknik tersebut (online & offline), untuk hasil yang maksimal.