Startup Adalah Trend Bisnis Masa Kini, Ini 8 Contohnya

startup adalah

Dengan kemunculan dan pertumbuhan pesat pada perusahaan seperti Tokopedia, Gojek, dan Traveloka membuat istilah “startup” semakin banyak dikenal dan dibicarakan di kalangan profesional. 

 

Istilah startup banyak disamakan dengan usaha kecil, banyak orang yang belum mengetahui perbedaan dari startup dan usaha kecil. Jadi, apa perbedaan dari kedua istilah ini?

 

Mari kita bahas pada artikel berikut ini.

Table of Contents

Apa Itu Startup?

Startup adalah perusahaan baru yang didirikan untuk mengembangkan produk atau jasa unik yang menyediakan solusi bagi masalah yang terjadi di target pasar. 


Mengacu pada inovasi, perusahaan startup ingin membuat terobosan inovatif atau bahkan membuat kategori baru untuk suatu produk dan jasa. Berusaha untuk mengubah sistem lama yang sudah mengakar di seluruh industri.

Perbedaan Startup dan Usaha Kecil

Sekarang, Anda sudah mengetahui arti dari startup. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan startup dan usaha kecil.

#1. Tujuan Bisnis

Salah satu perbedaan besar antara startup dan usaha kecil adalah tujuan dari aktivitas bisnis. 

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebuah startup bertujuan untuk memberikan perubahan signifikan terhadap pasar dengan ide bisnis yang mereka miliki. Oleh sebab itu, banyak perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi, karena teknologi memiliki jangkauan luas dan bisa memberikan pengaruh yang besar.

 

Sementara pemilik usaha kecil, tidak memiliki ambisi untuk melakukan perubahan pasar. Mereka hanya ingin membuat bisnis sendiri dan mencari pasar yang bisa dijangkau dengan efektif. Selama perusahaan yang dibangun memiliki keuntungan, maka dapat dikatakan pemilik usaha kecil sudah berhasil menjalankan bisnisnya.

 

Jika startup biasanya bergerak di industri teknologi, maka usaha kecil biasanya bergerak di bidang yang umum, seperti cafe, supermarket, bengkel, salon, dan lainnya. 


Startup ingin tumbuh dan memiliki tujuan untuk melakukan perubahan pada pasar. Di sisi lain, usaha kecil didirikan untuk melayani pasar lokal dan tidak memiliki keresahan dengan pertumbuhan dalam skala yang besar

#2. Tujuan akhir

Seorang pemilik usaha kecil mungkin memiliki rencana untuk menjalankan usaha untuk beberapa waktu dan akan mewariskannya kepada anggota keluarga yang lebih muda atau menjualnya saat ingin pensiun. Sehingga tujuannya hanya ingin terus bertahan dalam menjalankan bisnis.

 

Namun, startup adalah organisasi yang dinamis. Bisnis model pada startup bisa berubah beberapa kali hingga menemukan model yang pas. Ketika sudah menemukannya, tujuan dari bisnis akan berubah dan operasional akan mengikuti bisnis model yang baru. Pada titik ini, organisasi tidak lagi disebut sebagai startup, tetapi hanya perusahaan.

 

Kapan startup bukan lagi disebut startup


Ketika mereka dibeli oleh perusahaan yang lebih besar atau ketika mereka meluncur di bursa saham dengan IPO (Initial Public Offering).

#3. Pendanaan

Perbedaan lain dari startup dan usaha kecil adalah sumber pendanaan.

 

Startup bisa mendapatkan dana dari angel investors atau modal ventura, dengan metode penyetaraan saham dan kepemilikan dalam perusahaan. 

 

Startup kemudian bisa menjalankan usahanya dan mendapatkan keuntungan. Pada pendanaan lewat modal ventura, kepemilikan perusahaan bukan lagi milik satu orang, tetapi dibagi sesuai dengan porsi pemilik saham dan pemilik startup juga bisa mendapatkan arahan dan bimbingan dari investor.

 

Pendanaan dengan model kesetaraan saham ini tidak berlaku pada pemilik usaha kecil. Kebanyakan pemilik usaha kecil tidak ingin memberikan kontrol atas bisnisnya kepada pihak lain. Sehingga, pemilik usaha kecil biasanya mendapatkan modal bisnis dari kredit, pinjaman, dan aset untuk menjalankan usahanya.

#4. Tingkat Risiko

Ketika ingin mendirikan perusahaan baru, akan selalu ada tingkat risiko yang terlibat. Jika membandingkan startup dan usaha kecil, maka ada beberapa tingkat risiko tambahan yang dimiliki oleh startup.

 

Startup memiliki prinsip untuk membuat produk atau jasa yang bisa memberikan perubahan terhadap pasar atau secara signifikan memberikan dampak terhadap pasar. Sehingga, perusahaan ini tentu memiliki risiko tinggi tentang keberhasilan produk dan penerimaan pada masyarakat.

 

Disisi lain, startup juga memiliki risiko tinggi jika tidak berhasil maka akan kehilangan banyak hal. 

 

Ada juga banyak risiko yang berkaitan dengan usaha kecil. Sekitar 20% dari usaha kecil akan gagal di tahun pertama. Namun, usaha kecil memiliki keuntungan karena mereka menjalankan bisnis di pasar yang sudah ada. Dengan demikian, risiko lebih rendah dan akan lebih mudah untuk dijalani.

4 Contoh Startup Baru di Indonesia

Startup juga sangat banyak bermunculan di Indonesia. Apa saja startup baru yang ada di Indonesia?

#1. Aigis

Aigis menyediakan solusi bagi pemilik bisnis dalam hal asuransi kesehatan bagi karyawan. 

 

Perusahaan ini fokus untuk menjadi jembatan antara perusahaan asuransi dan pemilik bisnis. Aigis memastikan bahwa klien bisa mendapatkan asuransi kualitas tinggi.

#2. MySkill

MySkill adalah platform yang menyediakan layanan e-learning atau kursus daring berkualitas yang bisa diakses di mana pun dan kapan pun. 

 

Perusahaan ini membantu anak muda Indonesia untuk menambah keahlian dan mewujudkan karir impiannya.

 

Partner dari MySkill sudah cukup banyak, diantaranya adalah institusi pemerintah, perusahaan swasta, UMKM, dan komunitas.

#3. Pintarnya

Pintarnya merupakan platform untuk pencarian kerja. Aplikasi ini menghubungkan rekruter dan para pencari kerja. 

 

Untuk para pencari kerja, aplikasi ini menjamin lowongan pekerjaan yang tersedia adalah asli dan ada fitur yang membantu membuat CV.


Untuk para rekruter, Pintarnya menawarkan kemudahan dalam pencarian kandidat. Pintarnya akan memberikan kontak langsung kandidat yang menarik untuk tahap interview melalui pesan singkat WhatsApp atau email.

4 Unicorn Startup di Indonesia

Startup Unicorn merupakan kategori perusahaan rintisan yang memiliki valuasi diatas 1 Miliar US Dollar. Perusahaan apa saja yang berhasil mendapatkan status unicorn? Mari simak ulasannya berikut ini.

#1. J&T Express

J&T Express adalah startup yang bergerak di sektor logistik, supply chain, dan, pengiriman. Perusahaan ini berhasil mendapatkan status unicorn pada 7 April 2021.

 

Valuasi J&T Express mencapai 7,8 Miliar US Dollar atau setara dengan Rp 113,5 Triliun. 


Keunggulan yang ditawarkan oleh J&T Express adalah jam operasional yang tidak pernah libur, resi pengiriman yang bisa dipantau secara real-time, dan bisa menjangkau pengiriman ke seluruh penjuru Indonesia dengan waktu singkat, hanya 2-3 hari saja.

#2. Traveloka

Traveloka memberikan solusi dalam pemesanan hotel dan tiket perjalanan apapun. 

 

Mendapatkan status unicorn pada tahun 2017, perusahaan ini memiliki valuasi mencapai 3 Miliar US Dollar pada tahun 2020. 

 

Perusahaan yang berdiri pada tahun 2012 ini sempat mengalami penurunan akibat pandemi. Namun, Traveloka berhasil dengan cara memperluas sayap bisnisnya di bidang lifestyle dan finansial ke dalam 20 produk dan layanan.

#3. Ajaib

Ajaib merupakan startup yang bergerak di bidang finance technology (fintech). Fokus dari perusahaan ini adalah memberikan solusi bagi layanan investasi yang aman, terpercaya, dan terjangkau. 

 

Perusahaan ini berdiri pada tahun 2018 ini berhasil mendapatkan status unicorn pada tahun 2021. 

 

Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, Ajaib meraih lebih dari satu juta pengguna.

#4. Akulaku

Akulaku merupakan perusahan fintech lending, atau teknologi finansial di bidang pembiayaan. 

Perusahaan modal ventura Cento Ventures mengumumkan status unicorn untuk Akulaku pada April 2022.

Sejak tahun 2021, perusahaan ini sudah menyalurkan kredit lebih dari 1,2 miliar US Dollar kepada lebih dari 10 juta pengguna. Kenaikan pendapatan terjadi sebesar 120% akibat dari adanya penggabungan platform wealth management, e-commerce, dan bank digital yang dilakukan oleh Akulaku.

Kesimpulan

Startup dan usaha kecil memiliki perbedaan yang cukup kompleks, tidak sesederhana yang banyak orang pikirkan.

 

Perbedaan ini penting diketahui untuk pelaku bisnis yang ingin memulai usaha. Untuk bisa memikirkan tujuan dari perusahan yang dibuat.


Di Indonesia sudah banyak startup yang berdiri untuk menjawab setiap masalah yang dihadapi masyarakat dan siap untuk memberikan perubahan terhadap pasar.