UMKM Adalah Penopang Ekonomi Indonesia, Simak Ini !

UMKM adalah Istilah yang banyak digunakan pada berbagai media, seperti TV dan media sosial. Bisa jadi, jika saat ini Anda sedang menjalankan usaha, maka usaha tersebut termasuk dalam kategori UMKM. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan UMKM dan kriteria usaha yang termasuk di dalamnya? Mari kita bahas pada artikel ini.

Table of Contents

UMKM Adalah

Undang-Undang No.20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menyebutkan bahwa UMKM adalah sebuah bisnis yang dijalankan oleh pelaku usaha secara individu, rumah tangga, atau bahan usaha dengan skala yang kecil. 

 

Penggolongan skala UMKM menggunakan beberapa faktor, diantaranya adalah jumlah kekayaan, jumlah karyawan, dan omzet per tahun.

Perbedaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Perbedaan dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2008 terdapat pada kriteria jumlah aset dan omset.

 

Bisnis Anda termasuk usaha mikro, kecil, atau menengah? Simak ulasannya berikut ini.

#1. Usaha Mikro

Usaha mikro adalah usaha produktif yang dimiliki oleh individu dan/atau badan usaha perorangan.

 

Bisnis yang termasuk UMKM skala mikro jika angka penjualan atau omzet mencapai maksimal Rp300 juta rupiah per tahun dan aset bisnis yang dimiliki maksimal Rp50 juta, di luar perhitungan tanah dan bangunan. 

 

Jika melihat pengelolaan keuangan usaha mikro, beberapa pemilik usaha masih mencampurkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi. 

#2. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah usaha produktif yang berdiri sendiri, dimiliki oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. 

 

Sebuah bisnis dapat masuk ke dalam kategori ini apabila memiliki aset bersih antara Rp50 juta sampai Rp500 juta, di luar tanah dan bangunan dan memiliki angka penjualan antara Rp300 juta sampai RP2,5 miliar per tahun.

 

Pengelolaan keuangan pada kategori bisnis usaha kecil ini sudah lebih profesional. Tidak ada pencampuran keuangan bisnis dan keuangan pribadi.

#3. Usaha Menengah

Usaha menengah adalah usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar sesuai kriteria yang diatur dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2008.

 

Total bersih dari usaha menengah mencapai lebih dari Rp500 juta, di luar tanah dan bangunan. Omzet penjualan dari usaha dengan kriteria menengah bernilai lebih besar dari Rp2,5 miliar sampai Rp50 miliar per tahun.

 

Bisnis yang termasuk dalam kategori menengah biasanya sudah memiliki legalitas yang sah di mata hukum. Selain itu, pengelolaan keuangan sudah profesional.

Ciri-ciri UMKM

Berikut adalah ciri-ciri dari kegiatan usaha yang dapat masuk ke dalam kategori UMKM:

 

  1. Usaha belum memiliki administrasi yang lengkap, bahkan terkadang pengelolaan finansial kegiatan usaha bercampur dengan keuangan pribadi pemilik usaha
  2. Memiliki tempat beroperasi yang bisa berpindah-pindah
  3. Jenis produk yang dijual tidak selalu sama. Produk yang dijual bisa berubah kapan saja
  4. Sumber daya manusia yang bekerja pada umumnya bukan professional, belum memiliki keahlian yang terarah dan matang
  5. Sebagian besar usaha tidak memiliki surat izin usaha dan legalitas lain, seperti NPWP
  6. Pemilik usaha pada umumnya tidak memiliki akses perbankan, tetapi ada pula yang memiliki akses ke lembaga keuangan non perbankan.

Contoh UMKM di Masing-masing sektor

Perkembangan UMKM di Indonesia semakin pesat. Dari tahun ke tahun, semakin banyak jumlah UMKM yang muncul dan tersebar di berbagai sektor.

 

Dalam melakukan usaha, Anda perlu mencari strategi yang tepat agar tidak kalah bersaing dengan bisnis yang sudah ada, terlebih jika usaha Anda berada dalam sektor yang memiliki banyak pesaing. 

 

Sektor bisnis apa yang memiliki banyak pesaing? Berikut adalah ulasan contoh UMKM yang banyak ditemukan di Indonesia.

#1.Bisnis Otomotif

Contoh UMKM yang banyak ditemukan di Indonesia adalah usaha di bidang otomotif. 

 

Usaha ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor, khususnya di kota-kota besar.

 

Contoh usaha yang bisa dilakukan pada bidang ini, antara lain bengkel motor dan mobil, jasa cuci kendaraan, dan jasa sewa kendaraan.

#2. Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner adalah bisnis yang tidak pernah sepi peminat. Adanya sistem berjualan online dan jasa layanan antar makanan online membuat bisnis kuliner semakin banyak dan bervariasi. 

 

Sebagai pemilik bisnis di bidang kuliner, Anda harus memiliki strategi yang inovatif dan kreatif agar bisa terus bersaing dengan kompetitor. Oleh karena itu, Anda perlu terlebih dahulu memahami calon konsumen dan tren kuliner sebelum terjun ke bidang ini.

 

Kunci sukses dari usaha di bidang ini ada pada kualitas rasa makanan, strategi pemasaran, dan kualitas pelayanan. 

 

Contoh usaha yang bisa dilakukan pada bidang ini adalah toko online frozen food, toko kelontong, restoran, dan katering.

#3. Bisnis Fashion

Contoh UMKM yang memiliki potensi untuk menghasilkan profit besar adalah usaha di bidang fashion

 

Tren fashion yang terus berganti menjadikan usaha di bidang ini tidak pernah sepi peminat. Para pecinta fashion akan terus membeli baju yang sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Di balik peluang yang besar, para pelaku di bidang fashion harus terus mengikuti tren bisnis dan melakukan inovasi. 

 

Contoh usaha yang bisa dijalani pada bidang ini adalah reseller pakaian, membuka toko pakaian, menjadi produsen barang-barang fashion.

#4. Bisnis Kerajinan Tangan

Produk kerajinan dari Indonesia memiliki nilai jual tinggi bahkan mampu menembus pasar ke pasar internasional. 

 

Indonesia yang merupakan negara dengan budaya yang bermacam-macam, sehingga memiliki ciri khas masing-masing. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi pasar internasional. 

 

Contoh usaha yang termasuk ke dalam bidang ini adalah perhiasan, furnitur, kain batik daerah, dan kerajinan rotan.

#5. Bisnis Agribisnis

Bidang usaha agribisnis merupakan salah satu bidang yang menjanjikan. 

 

Gaya hidup sehat selama pandemi mendorong masyarakat untuk menambah porsi konsumsi buah-buahan, sayur, dan tanaman rempah.

 

Selain itu, kini kian banyak orang yang memiliki hobi untuk merawat tanaman dan bercocok tanam, sehingga tren ini bisa menjadi peluang bagi Anda yang juga gemar bercocok tanam.

 

Contoh usaha yang bisa dijalankan dari bidang ini adalah menjual alat pertanian, seperti pupuk pestisida, bibit, hingga kelas pelatihan untuk bercocok tanam.

#6. Bisnis Kosmetik dan Skincare

Sekarang, semakin banyak merek kosmetik dan skincare yang diluncurkan oleh orang Indonesia. Hal ini juga mendukung munculnya banyak pelaku UMKM baru.

 

Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa 95% dari industri nasional dimiliki oleh pengusaha kecil dan menengah. 

 

Bila Anda ingin membuka usaha di bidang indi, sebaiknya menentukan produk yang spesifik dan memiliki keunikan sehingga tidak kalah bersaing dengan kompetitor.

 

Usaha yang dapat dilakukan pada bidang ini antara lain menjadi reseller produk kosmetik dan skincare dan memproduksi skincare dengan bahan alami.

#7. Jasa Makeup Artist (MUA) atau Penata Rias

Salah satu jasa yang paling populer adalah jasa penata rias. 

 

Sekarang, banyak orang yang ingin mengabadikan momen dalam perjalanan hidupnya, tidak hanya untuk acara besar tertentu. Dalam melakukan pemotretan, biasanya dibutuhkan jasa penata rias agar penampilan bisa sempurna ketika difoto.

 

Untuk memulai usaha ini, Anda bisa mencoba untuk mendandani orang terdekat secara gratis dan kemudian mengunggah hasilnya ke Instagram sebagai bentuk promosi.

#8.Bisnis Akomodasi Penginapan

Sejak adanya pandemi, perilaku masyarakat ikut berubah. Tiidak hanya menyewa penginapan ketika travelling atau berwisata, tetapi juga kini banyak masyarakat yang mengunjungi vila atau hotel hanya untuk melepas kepenatan.

 

Kondisi ini bisa menjadi peluang untuk membuat usaha, yaitu menyediakan akomodasi penginapan. 

 

Anda tidak harus membangun atau membeli gedung, tetapi juga bisa menyewakan kamar kosong dan mempromosikannya lewat aplikasi seperti AirBnB.

#9. Bisnis Perlengkapan Bayi

Pada tahun 2017, UMKM dengan sektor usaha perlengkapan bayi mencapai nilai Rp88,1 triliun. 

 

Ide usaha yang bisa dijalani pada bidang ini adalah menjadi reseller, dropshipper, atau menyewakan perlengkapan bayi.

#10.Jasa Foto dan Video

Jasa foto dan video banyak dibutuhkan untuk mengabadikan momen penting, seperti ulang tahun, wisuda, pernikahan, dan kelahiran.

 

Setiap fotografer atau videografer memiliki gaya dan ciri khas masing-masing, sehingga Anda tidak perlu untuk takut kehilangan pasar. 

Data perkembangan UMKM

UMKM sudah menjadi tulang punggung dari perekonomian Indonesia bahkan ASEAN. 

 

Dari tahun ke tahun, Jumlah usaha UMKM di Indonesia semakin berkembang.

 

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa sebesar 99,99% dari keseluruhan pelaku bisnis di Indonesia ditempati oleh UMKM. Pada tahun 2019, jumlah usaha UMKM adalah sebesar 65,47 juta unit. Jumlah ini naik sebesar 1,98% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Dari total keseluruhan UMKM di Indonesia pada tahun 2019, sebanyak 64,6 juta unit merupakan usaha mikro atau setara dengan 98,76% dari total UMKM di seluruh Indonesia. Jumlah usaha kecil adalah sebesar 798.679 unit, sama dengan 1,22% dari total UMKM dalam negeri. Usaha menengah berjumlah 65.465 unit atau setara dengan 0,1% dari total UMKM di Indonesia.

 

Jumlah UMKM akan semakin akan semakin bertambah. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, sehingga Anda para pelaku bisnis tidak tergerus oleh ketatnya persaingan melainkan bisa memiliki pelanggan setia di tengah maraknya pesaing. 

 

Selain itu, diperlukan juga pengaturan keuangan bisnis yang baik agar bisa menunjang kelangsungan bisnis Anda.

Permasalahan dan Tantangan UMKM saat ini

Di balik pertumbuhan UMKM, para pelaku UMKM tidak jarang menghadapi berbagai tantangan.  

 

Apa saja tantangan yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM? Berikut adalah beberapa permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan UMKM.

#1. Strategi Bisnis

UMKM pada dasarnya adalah bidang yang sangat luas dan meliputi berbagai bidang. Hampir semua bidang di dunia ini bisa dijadikan target usaha yang bisa menguntungkan.

 

Namun, setiap usaha harus memiliki strategi agar produk yang dijual bisa laku dan usaha yang dimiliki bisa terus berkembang. 

 

Strategi yang perlu diperhatikan adalah membangun branding yang diseimbangkan dengan kualitas produk. Branding adalah kegiatan untuk membuat merek kita melekat di benak konsumen. Selain itu, perlu juga untuk memperhatikan kualitas produk agar dapat menciptakan ketertarikan dan loyalitas pelanggan

#2. Sumber Daya Manusia

Tantangan banyak ditemui adalah tenaga ahli yang memiliki kemampuan profesional dalam menjalankan bisnis.

 

Sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mumpuni tentu membantu pemilik usaha dalam mengembangkan bisnisnya agar bisa menjadi lebih baik.

#3. Permodalan

Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang kekurangan modal untuk mengembangkan usaha yang dimiliki. 

 

Padahal, modal menjadi kunci dalam menjalankan kegiatan operasional, terlebih jika ingin mengembangkan usaha. 

 

Modal segar dibutuhkan ketika ingin mengembangkan atau menjual produk baru, menambah jumlah karyawan, dan juga membuka cabang.

#4. Akses Teknologi

Banyak pelaku UMKM yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang terbatas di bidang teknologi. Padahal, sekarang sudah banyak fitur platform digital yang bisa mendukung pertumbuhan usaha yang dijalankan, seperti digital marketing atau pemasaran lewat internet sehingga produk bisa dikenal lebih banyak orang.

Peran UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan ekonomi Indonesia saat ini. Keterlibatan UMKM menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan atau penurunan ekonomi di Indonesia. 

 

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) melaporkan bahwa pada Bulan Maret 2021 kegiatan UMKM Indonesia menyumbang produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% atau setara dengan Rp8.573,89 triliun. 

 

Selain itu, UMKM bisa mengumpulkan hingga 60,42% dari total investasi di Indonesia serta mampu menyerap 97% dari total angkatan kerja.

 

Kegiatan UMKM sendiri tergolong sebagai padat karya, sehingga memiliki potensi untuk memperbesar kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi pekerja yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. 

 

UMKM tersebar di segala penjuru Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan. Kondisi ini mampu menjadi wadah untuk pengadaan investasi bagi warga desa serta bisa menjadi tempat untuk meningkatkan kemampuan wiraswasta. 

 

UMKM juga mampu menyediakan barang-barang yang dibutuhkan dengan harga yang murah. 

 

Oleh karena itu, terdapat tiga peran UMKM untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang meliputi sarana pemetaan tingkat ekonomi rakyat kecil, sarana untuk membasmi kemiskinan, dan dapat menjadi sarana untuk pemasukan devisa negara.

Kesimpulan

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi ujung tombak dari perekonomian di Indonesia. Jumlahnya yang banyak bisa menyerap banyak tenaga kerja.

 

Dalam menjalankan UMKM tentu ada beberapa tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah permasalah sistem pembayaran di era digital ini.

 

Cara mengatasi permasalahan sistem pembayaran adalah dengan cara menyediakan berbagai macam pilihan pembayaran agar pelanggan mudah untuk melakukan transaksi.